REVIEW FILM FAST AND FURIOUS 7, CERITA & PLUS MINUS

Review Film Fast And Furious 7, Cerita & Plus Minus – Kebangkitan franchise film action bertema kebut-kebutan Fast & Furious merupakan sebuah fenomena yang menarik. Franchise tersebut seakan hampir kehilangan arah sesudah dua sekuelnya 2 Fast 2 Furious (tahun 2003) dan The Fast and the Furious; Tokyo Drift (tahun 2006)) tidak memiliki kesinambungan langsung dengan cerita film pertamanya, The Fast and the Furious (tahun 2001) karena adanya masalah di kontrak dan honor deretan pemainnya. Tapi, franchise ini diberi napas baru melalui film keempat, Fast & Furious (tahun 2009), dan semakin meningkat lagi di Fast Five (tahun 2011) dan Fast & Furious 6 (tahun 2013). Terbukti perolehan box office fil ini yang semakin dahsyat. Itu juga yang mampu membuat kehadiran Fast & Furious 7 tahun ini memang sangat wajar, sekalipun belum tentu sangat diperlukan.
Review Film Fast And Furious 7, Cerita & Plus Minus
Review Film Fast And Furious 7, Cerita & Plus Minus
Sebagaimana dilansir muvilla.com, cerita menumpas pemimpin geng asal London, Owen Shaw (Luke Evans) di Fast & Furious 6, rupanya masih menyisakan perkara bagi Dom dan kawan-kawan. Kakak Owen, Deckard Shaw (Jason Staham) hendak membalas dendam. Deckard bukan orang biasa, ia adalah orang berkeahlian khusus karena dulu sering disewa pemerintah Inggris untuk menuntaskan misi rahasia. Sementara itu, Dom dan Brian bertekad tidak mau lagi kehilangan kawan-kawannya, sehingga mau tidak mau mereka harus meladeni Deckard.
Seorang agen operasi rahasia pemerintah (Kurt Russell) menawarkan bantuan bagi Dom dan Brian dalam melawan Deckard. Namun, dengan syarat mereka harus membantu mengambil sebuah program peretasan komputer yang canggih dan berbahaya. Soalnya, program dan penciptanya ada di tangan teroris berbahaya, Jakande (Djimon Hounsou). Kini Dom, Brian, dan kawan-kawan mereka yang tersisa harus mengatasi dua problema ini, demi cita-cita kehidupan aman tenteram bagi mereka dan orang-orang yang mereka sayangi.
Sekadar mengingatkan, seri Fast & Furious berawal dari kisah tentang seorang agen FBI, Brian O’Conner (Paul Walker) menyusup ke sebuah geng mobil di Los Angeles yang dikepalai Dom Toretto (Vin Diesel), yang diduga terlibat dalam beberapa pembajakan—atau istilah kekiniannya, “pembegalan”—kendaraan niaga. Beberapa film kemudian, franchise ini menjadi kisah ala Mission: Impossible versi luar jalur hukum. Dom dan Brian beserta kawan-kawan sebagai satu tim menyelesaikan berbagai misi di berbagai tempat di dunia, umumnya yang berkaitan dengan kejahatan underworld, dan selalu terjadi di saat mereka berniat mundur dari dunia kekerasan. Apa pun itu, segalanya dibuat supaya bisa memfasilitasi adegan kebut-kebutan mobil-mobil cantik yang memacu adrenalin di tempat-tempat eksotik.
Dengan mengingat hal itu, akan sangat keliru bila menyaksikan Fast & Furious 7 dengan harapan akan ada inovasi, selain daripada adegan-adegan action-nya. Konten di Fast & Furious 7 hampir tidak ada bedanya dengan film-film sebelumnya. Yang diperlukan hanyalah perubahan formasi tokoh-tokohnya, tampilkan mobil-mobil keren baru, lokasi-lokasi baru, dan memunculkan tokoh antagonis yang baru—kebetulan kali ini ada dua orang. Terlihat nyata bahwa keberadaan dua tokoh antagonis sekaligus menyebabkan fokus cerita jadi terbelah dan berkepanjangan, serta keberadaan tokoh-tokoh yang baru jadi kurang menancap dan agak tersia-sia. Tetapi, itu semua jadi tidak relevan,
sebab bukan itu yang dicari dari film ini.
Lalu apa yang dicari? Aksi kebut-kebutan dan pertarungan brutal yang membuat penonton terus terjaga selama filmnya diputar. Unsur-unsur tersebut disajikan dengan lezat di film ini, dengan laju yang cepat, gambar-gambar gemerlap, dan soundtrack menghentak. Apalagi di sini ada nama-nama besar seperti Diesel, Statham, Russell, Dwayne Johnson, hingga penampilan singkat dari petarung profesional Tony Jaa dan Ronda Rousey, yang identik dengan genre action. Mulai dari pertarungan satu lawan satu yang ditata rancak sampai adegan adu mobil—bahkan sampai terbang—yang masih ampuh dalam membangun excitement. Dan, untuk memuaskan penonton, adegan-adegan ini pun ditampilkan cukup panjang durasinya. Hal ini cukup impresif mengingat sutradara James Wan dahulu dikenal membuat film horor seperti Saw, Insidious, dan The Conjuring. Transisinya ke genre action terbukti cukup mulus.
Di sisi lain, Fast & Furious 7 memang punya satu nilai istimewa, yaitu salam perpisahan dari mendiang aktor Paul Walker. Walker meninggal dunia ketika sedang rehat syuting film ini, sehingga ia tidak menyelesaikan sebagian porsinya di sini, penyesuaian pun terpaksa dilakukan. Tampilan wajah Walker jauh lebih sedikit dari biasanya, sebagian hanya ditampilkan sekilas atau dari belakang saja, karena sebagian perannya diselesaikan oleh saudara-saudaranya, Cody dan Caleb Walker, yang wajahnya ditimpa dengan animasi CGI. Cerita film ini juga akhirnya dimodifikasi dengan mengarahkan tokoh Brian akan pensiun, setelah sekian tahun beraksi bersama Dom yang jadi sahabat dan saudaranya. Paling tidak, ini bakal jadi kenangan yang baik bagi para pengikut franchise
ini, dan penggemar Walker.

 

Itulah review film Fast And Furious, cerita & plus minus-nya. Sekali lagi, keunggulan sekaligus kesalahan dari film Fast & Furious 7 adalah menyajikan apa yang oleh penonton ingin saksikan setelah mereka membeli tiket di bioskop. Ceritanya mungkin cuma berputar-putar di sekitar situ saja, ditambah dengan prinsip-prinsip sains yang banyak diabaikan dan juga memiliki klimaks serba kebetulan. Namun, yang penting itu semua dapat menampilkan aksi-aksi seru yang mampu memancing decak kagum dan juga hiburan sesaat. Tak ada yang salah dengan itu, toh memang itu memang maksud dan tujuannya sedari awal.

Related Post "REVIEW FILM FAST AND FURIOUS 7, CERITA & PLUS MINUS"

5 FAKTA TENTANG ANGGITA SARI YANG MENARIK
5 Fakta Tentang Anggita Sari Yang Menarik
5 FAKTA DIBALIK CERITA FILM INSIDIOUS 3
5 Fakta Dibalik Cerita Film Insidious 3
8 KANDIDAT PRESIDEN FIFA PASCA SEPP BLATTER MUNDUR
8 Kandidat Presiden FIFA Pasca Sepp Blatter
KELUARGA AKAN BANGUN MUSEUM OLGA SYAHPUTRA
Keluarga Akan Bangun Museum Olga Syahputra -