HUKUM HEWAN QURBAN UNTUK YANG SUDAH MENINGGAL

Hukum Hewan
Qurban
Untuk Yang Sudah
Meninggal
– Saat ada orang yang ingin berkurban
di hari raya idul adha, namun diniatkan untuk melaksanakannya bagi orang yang sudah meninggal. Dengan artian, seseorang mengatasnamakan hewan qurban tersebut
agar pahalanya sampai kepada orang yang sudah meninggal, bolehkah? Apakah sah
qurban-nya? Simak penuturan para ulama madzhab tentang hukum hewan qurban untuk
yang sudah meninggal berikut ini.

Deskripsi masalah
Fenomena klasik di tengah masyarakat ternyata belum semuanya mendapatkan transparansi hukum secara lengkap. Coba saja kita tengok masalah Qurban, sebagaimana dalam masalah haji sering kita jumpai masyarakat melaksanakan qurban untuk keluarga mereka yang sudah meninggal dunia.  Bahkan terkadang inisiatif tersebut muncul tanpa melalui sebuah pesan wasiat. Entah dengan dasar apa, yang jelas mereka percaya qurban yang dilakukan dapat menggantikan kewajiban maupun kesunatan yang belum tertunaikan atau minimal membuahkan pahala bagi keluarga yang meninggal.
hukum qurban

Pertanyaan
  1. Bagaimana hukum syariat menyikapi pelaksanaan qurban yang ditujukan untuk mereka yang sudah
    meninggal sebagaimana di atas ?
  2. Bila tidak sah,
    bagaimana solusi agar hewan qurban tersebut dapat membuahkan pahala sesuai
    dengan tujuan mereka ?

Jawaban
Bila didahului oleh
wasiat maka boleh dan sah, namun jika tanpa wasiat maka khilaf :
1. Menurut
Hanafiyah dan Hambaliyah boleh
2. Menurut
Malikiyah boleh tapi makruh
3. Menurut Syafi’iyyah,
khilaf :
  • Imam al-Baghawi,
    al-Rofi’i, dan Shohib al-‘Uddah yang juga menjadi Qaul Ashoh hukumnya tidak sah
    dan tidak boleh dilaksanakan (لايجوز)
  • Menurut Abi Qasim
    Al-‘Ubadi hukumnya sah menjadi qurbannya mayit dan bermanfaat bagi mayit.
  • Sedangkan status
    daging qurban seandainya tidak sah bagi mayit maupun al-Mudlohi adalah sebagai
    daging shodaqoh / لحم قدمه
    على أهله
  • Dan apabila
    sebelumnya didahului nadzar baik muayyan maupun tidak belum terbahas

Ibarat
المجموع ج: 8 ص: 299

 فرع لو ضحى عن غيره بغير إذنه لم يقع عنه وأما التضحية عن الميت فقد أطلق أبو الحسن العبادي جوازها، لأنها ضرب من الصدقة، والصدقة تصح عن الميت وتنفعه وتصل إليه بالإجماع وقال صاحب «العدة» والبغوي لا تصح التضحية عن الميت إلا أن يوصي بها، وبه قطع الرافعي في «المجرد» والله تعالى أعلم قال أصحابنا وإذا ضحى عن غيره بغير إذنه، فإن كانت الشاة معينة بالنذر وقعت عن المضحي وإلا فلا، كذا قاله صاحب «العدة» وآخرون، وأطلق الشيخ إبراهيم المروروذي أنها تقع المضحي، قال هو وصاحب «العدة» وآخرون ولو ذبح عن نفسه واشترط غيره في ثوابها جاز، قالوا وعليه يحمل الحديث المشهور عن عائشة أن النبي  صلى الله عليه وسلم ذبح كبشاً وقال بسم الله اللهم تقبل من محمد وآل محمد، ومن أمة محمد، ثم ضحى به رواه مسلم، والله أعلم واحتج العبادي وغيره في التضحية عن الميت بحديث علي بن أبي طالب رضي الله عنه أنه كان يضحي بكبشين عن النبي  صلى الله عليه وسلم  وبكبشين عن نفسه، وقال إن رسول الله  صلى الله عليه وسلم  أمرني أن أضحي عنه أبدا فأنا أضحي عنه أبدا رواه أبو داود والترمذي والبيهقي قال البيهقي إن ثبت هذا كان فيه دلالة على صحة التضحية عن الميت، والله أعلم 
 ——————————
Sumber: ashhabur-royi.blogspot.com

Itulah pembahasan
singkat tentang hukum hewan qurban untuk yang sudah meninggal. Semoga bisa
memberikan sedikit masukan bagi Anda yang masih bingung. Tentu saja para ulama
madzhab tersebut beristinbath dalam hukumnya pada Al-Quran dan sunnah Nabi SAW.

IRT Ini Menghasilkan 38,7jt/bln via Internet 

Dia melakukannya dirumah sambil masak dan momong anak. Simak kisah lengkapnya..

 

>>oke saya mau<<

Tags: MASALAH FIQIH

Related Post "HUKUM HEWAN QURBAN UNTUK YANG SUDAH MENINGGAL"

BUMI TIDAK DATAR MENURUT SAINS & AL-QURAN
Ternyata bumi tidak datar menurut sains &
9 TAFSIR SURAT AL-MAIDAH AYAT 51 MENURUT PARA MUFASSIR
9 Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 51 Menurut
BENARKAH MUSLIM HARUS KERAS TERHADAP KAFIR?
Benarkah Muslim Harus Keras Terhadap kafir? Surat
GUS DUR, PANJENENGAN IKU ANEH & KERE
Gus Dur, Panjenengan Iku Aneh & Kere -