METODE QAWAID DAN TERJEMAH DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

Metode Qawaid Dan Terjemah Dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Metode Qawaid Dan Terjemah Dalam Pembelajaran Bahasa Arab
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa Arab tidak hanya sekedar berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi, tetapi Bahasa Arab juga berfungsi sebagai bahasa Agama, bahasa ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan bahasa budaya. Dengan demikian, kita bisa maklum bahwa belajar bahasa Arab merupakan kebutuhan dan kewajiban bagi kaum muslimin yang ingin memperdalam agamanya. Ironis memang, jika di zaman modern sekarang ini lebih banyak kaum muslimin yang lebih tertarik untuk memperdalam berbagai bahasa asing lainnya dan kurang mementingkan Bahasa Arab dengan berbagai alasan.
Belajar Bahasa Arab sebagai bahasa asing berbeda dengan waktu belajar bahasa ibu, oleh sebab itu prinsip dasar dalam pembelajarannya juga harus berbeda, baik itu yang menyangkut metode atau model pembelajaran, materi yang diajarkan maupun proses pembelajarannya. Banyak sekali metode pembelajaran Bahasa Arab baik yang modern maupun metode tradisional. Setiap metode mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri. Namun, terlepas dari hal itu, sebuah metode pembelajaran sangat urgen untuk diterapkan dalam pembelajaran bahasa. Karena dalam belajar bahasa, termasuk Bahasa Arab, ada empat keterampilan yang mutlak harus dikuasai oleh peserta didik. Bidang keterampilan tersebut meliputi:
  1. Mahaarah al– istima’ atau kemampuan menyimak
  2. Mahaarah al-kalam atau kemampuan berbicara
  3. Mahaarah al-qira’ah atau kemampuan membaca
  4. Mahaarah al – kitabah atau kemampuan menulis

Oleh karena itu, untuk dapat memahami empat keterampilan dalam belajar bahasa tersebut diperlukan beberapa metode pembelajaran. Salah satunya adalah metode qawa’id dan tarjamah.
B. Identifikasi Masalah
Sebagai muslim, apalagi yang berperan sebagai pendidik Bahasa Arab, mengetahui lebih mendalam berbagai metode pembelajaran Bahasa Arab merupakan suatu keniscayaan. Karena tidak sedikit para pendidik yang mengabaikan metode pembelajaran, sehingga hasil yang didapatpun akhirnya kurang maksimal.
Dalam kaitan ini, penulis mencoba untuk memberikan pemaparan secara garis besar tentang thariqah al-qawa’id wa al-tarjamah atau metode gramatika dan terjemah yang penulis rumuskan dalam pertanyaan penelitian berikut ini.
  1. Apa pengertian metode qawa’id dan tarjamah?
  2. Apa yang melatarbelakangi adanya metode qawa’id dan tarjamah?
  3. Bagaimana konsep dasar metode metode qawa’id dan tarjamah?
  4. Apa kelebihan dan kekurangan metode qawa’id dan tarjamah?
  5. Bagaimana aplikasi metode qawa’id dan tarjamah dalam proses pembelajaran?

  Kitab Kuning
BAB II
PEMBAHASAN
APengertian Metode Qawaid Dan Tarjamah
Metode qawaid dan tarjamah adalah gabungan dari  metode gramatika dan metode terjemah. Metode ini merupakan cara mempelajari bahasa asing  yang  lebih menekankan pada qawaid ataupun kaidah-kaidah bahasa untuk dapat mencapai sebagian dari 4 keterampilan bahasa, yaitu membaca, menulis dan menterjemah. Metode qawa’id dan tarjamah dapat dikatakan lebih ideal dari  pada salah  satu  ataupun  keduanya dari metode ini (gramatika dan terjemah)[1].
Sebagaimana kita ketahui bahwa metode terjemah merupakan sebuah metode untuk dapat menerjemahkan dari bahasa sumber atau bahasa ibu ke dalam bahasa sasaran atau bahasa penerima yang tidak bisa lepas dari penerapan aturan-aturan tata bahasanya. Metode yang satu ini menfokuskan pada kegiatan penerjemahan bacaan dari bahasa asing ke dalam bahasa ibu atau sebaliknya.
Sedangkan metode qawaid merupakan metode yang lebih menekankan pada penghafalan aturan-aturan gramatika dan sejumlah mufradat atau kata tertentu yang kemudian dirangkaikan menurut tata bahasa yang berlaku. Metode ini merupakan metode tertua dalam pembelajaran bahasa Asing sehingga disebut juga metode tradisional.
Metode gramatika dan terjemah ini merupakan hasil karya dari pemikiran beberapa orang sarjana Jerman. Mereka adalah Johan Seidenstucker, Karl Plotz, H.S. Ollendorff, dan Johann Meidinger. Metode gramatika dan terjemah ini cukup mendominasi pengajaran bahasa asing di daratan Eropa dari tahun 1840-an hingga tahun 1940-an[2].
B.  Latar Belakang Metode Qawaid dan Tarjamah
Metode qawaid dan tarjamah dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan untuk mempelajari serta mengajarkan bahasa asing. Metode ini digunakan untuk dapat mengajarkan bahasa yang mempunyai peradaban di masa lampau. Selain itu, metode ini juga bermuara pada zaman kebangkitan di Eropa yang pada masa itu bahasa Yunani dan juga bahasa Latin digunakan untuk dapat mentransfer warisan kemanusiaan dan peradaban ke dunia Barat yang diterjemahkan dan ditulis ke dalam berbagai macam bahasa.[3]
Metode gramatika dan tarjemah (thariqoh al qawaid wa al-tarjamah) atau juga dikenal dengan grammar translation method sering disebut dengan metode tradisional. Mungkin secara sepintas julukan ini memberi kesan ‘metode kolot’. Bisa jadi demikian, karena metode ini memang sudah berusia cukup tua. Akan tetapi bukan masalah usianya yang tua, namun yang penting dan menarik adalah fakta bahwa metode qawa’id dan tarjamah sudah melekat dengan kuat di masyarakat Eropa selama kurun waktu berabad-abad dalam mentrasfer berbagai bahasa asing, khususnya Bahasa Yunani kuno dan Bahasa Latin[4].
Kitab Kuning
Pada masa itu banyak sekolah serta universitas yang mengharuskan para peserta didiknya untuk mempelajari bahasa-bahasa tersebut sebab dianggap mempunyai nilai pendidikan yang tinggi dalam mempelajari berbagai naskah klasik. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa metode qawa’id dan tarjamah ini sudah memberikan andil yang cukup besar secara turun-temurun dalam  mencerdaskan suatu bangsa, khususnya di kawasan Eropa. Itulah makna dari julukan ‘tradisional’ bagi metode qawaid dan tarjamah.[5]
Hingga saat ini meskipun bentuknya telah banyak dimodifikasi, metode qawa’id dan tarjamah masih tetap dipakai secara luas di berbagai bagian dunia ini sampai kini. Selain berguna untuk dapat mempelajari berbagai teks klasik, metode qawa’id dan tarjamah juga dipakai di Eropa pada zaman dulu karena mengandung nilai ‘disiplin batin’ yang dilatih melalui analisis logis bahasanya, penghafalan berbagai kaidah bahasa dan pola kalimat yang rumit, juga kaidah dan pola dalam latihan terjemah.[6]
C. Konsep Dasar  Metode Qawaid Dan Tarjamah
Asumsi yang mendasari metode qawa’id dan tarjamah ini adalah suatu logika semesta (al-mathiq al-alami) atau disebut juga universal logic yang menyebutkan bahwa semua bahasa pada dasarnya sama dan qawa’id atau tata bahasa merupakan cabang dari logika. Untuk dapat melihat titik kesamaan bahasa itu perlu untuk dilakukan kajian terhadap tata bahasa asing yang dipelajari. Dan untuk dapat melihat pokok pikiran yang terkandung dalam tulisan bahasa asing yang dipelajari tersebut, perlu untuk diadakan kegiatan transformasi atau penerjemahan kosa kata serta kalimat dalam bahasa peserta didik sehari-hari. Jadi inti kegiatan belajar bahasa asing dengan metode qawa’id dan tarjamah adalah menganalisa tata bahasa dan menulis kalimat serta menghapalkan kosakatanya sebagai dasar transformasi kedalam bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.[7]
Kitab Kuning
Ada dua jenis pendekatan teori yang menjadi dasar pengajaran bahasa, yang pertama adalah teori tata bahasa tradisional dan yang kedua adalah teori struktural. Kedua teori ini mempunyai pandangan yang bertolak belakang dalam hal tata bahasa. Nababan menyebutkan bahwa teori tradisional lebih menekankan adanya suatu tata bahasa yang bersifat semesta (al-qawaid al-alamiyah) atau universal grammer, sedangkan teori struktural lebih memandang bahwa struktur bahasa-bahasa di dunia ini tidak sama. Dengan kata lain teori tradisional memandang bahasa secara preskiftif, artinya bahasa yang baik dan benar itu adalah sebagaimana yang dikemukakan menurut para ahli bahasa, bukan yang digunakan oleh para penutur asli yang kita dengar di lapangan. Lain halnya dengan teori struktural yang memandang bahasa secara deskriptif, artinya bahasa yang baik dan benar itu adalah yang digunakan oleh para penutur asli di lapangan[8].
Metode qawa’id dan tarjamah memandang bahasa secara preskriftif, dengan demikian kebenaran dari suatu bahasa berpedoman kepada petunjuk tertulis, yakni aturan-aturan gramatikal yang ditulis oleh para ahli bahasa. Ba’labak menjelaskan bahwa dasar dari metode ini adalah hafalan kaidah-kaidah dan analisa gramatika terhadap wacana, kemudian terjemahnya kedalam bahasa yang dipergunakan dalam pengantar pelajaran[9]. Artinya metode ini menekankan para peserta didik untuk memahami bahasa dengan logis yang bersandar pada analisa juga cermat pada aspek kaidah tata bahasa tersebut dan bukan untuk melatih para peserta didik agar pintar berkomunikasi secara aktif.
Dengan demikian, dapat kita fahami bahwa ada dua aspek yang sangat penting dalam metode qawa’id dan tarjamah ini, yaitu kemampuan menguasai kaidah tata bahasa dan kemampuan untuk menerjemahkan. Dua kemampuan ini merupakan modal dasar untuk dapat menstranfer ide ataupun pikiran ke dalam tulisan dalam bahasa asing dan juga merupakan modal dasar untuk dapat memahami ide yang terkandung dalam tulisan bahasa asing tersebut.
Dari konsep dasar tersebut dapat kita ketahui bahwa ada beberapa karakteristik metode qawa’id dan tarjamah, yaitu :
  1. Adanya kegiatan disiplin mental dan pengembangan intelektual di dalam belajar bahasa dengan banyaknya penghafalan dan memahami berbagai fakta.
  2. Ada penekanan lebih pada kegiatan membaca, mengarang dan juga terjemah. Sedangkan kegiatan seperti menyimak dan berbicara kurang diperhatikan.
  3. Kosakata yang selektif, khususnya berdasarkan pada teks-teks bacaan yang dipakai. Kosakata ini diberikan melalui daftar-daftar dwibahasa studi kampus dan juga penghafalan.
  4. Unit yang paling mendasar adalah kalimat, perhatian lebih banyak dicurahkan pada kalimat, sebab para pelajar peserta didik lebih banyak mencurahkan waktunya dalam aktivitas penerjemahan dalam kalimat-kalimat terpisah.
  5. Tata bahasa diajarkan secara deduktif, yaitu dengan cara penyajian kaidah-kaidah bahasa. Kemudian dilatih lewat berbagai latihan terjemahan.
  6. Bahasa peserta didik sehari-hari atau bahasa ibu digunakan sebagai bahasa pengantar.[10]

DKelebihan Dan Kekurangan Metode Qawaid Dan Tarjamah
Setiap metode pembelajaran tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Oleh sebab itu para pakar pendidikan tak pernah berhenti berinovasi untuk mengembangkan berbagai metode guna meminimalisir berbagai kelemahan atau kekurangan tersebut. Demikian juga halnya dengan metode qawa’id dan tarjamahmetode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangannya:
1. Kelebihan Metode Qawaid dan Tarjamah
  1. Peserta didik dapat mengusai dalam artian arti hafal di luar kepala berbagai kaidah bahasa target.
  2. Peserta didik dapat memahami isi detail dari bahan bacaan yang dipelajarinya serta mampu menerjemahkannya.
  3. Para peserta dapat menghafal kosa kata dalam jumlah yang cukup banyak dalam setiap pertemuan.
  4. Metode ini dapat memperkuat kemampuan para peserta didik dalam menghafal.
  5. Peserta didik dapat lebih mahir dalam kemampuan membaca, menulis, dan juga menerjemah.
  6. Metode ini tidak menuntut para peserta didik untuk aktif dalam berbahasa Arab.
  7. Metode ini mudah dilakukan bagi semua tingkat kemampuan peserta didik.[11]

2. Kekurangan Metode Qawaid Dan Tarjamah
Pengajaran dengan metode qawa’id dan tarjamah ini hanya dapat membimbing  peserta didik terampil  untuk berbahasa  secara pasif  dan  tidak  aktif.
  1. Dibutuhkan seorang pendidik yang terlatih dan mahir dalam penerjemahan
  2. Metode qawa’id dan tarjamah banyak mengajarkan peserta didik tentang  bahasanya  bukan kemahiran  dalam berbahasa
  3. Terjemahan harfiyah pada metode qawa’id dan tarjamah sering  mengacaukan  makna  kalimat di dalam  konteks  yang luas.
  4. Peserta didik hanya  mempelajarai  satu  ragam  bahasa saja.
  5. Para peserta didik menghafalkan kaidah-kaidah bahasa  yang  disajikan  dengan cara  perskriftif.
  6. Anilisis tatabahasa pada metode qawa’id dan tarjamah ini mungkin baik bagi dan mudah mereka yang merancangnya, tapi tidak menutup kemungkinan bisa membingungkan peserta didik karena cukup rumit.
  7. Lebih banyak mementingkan pengajaran ilmu tentang bahasa arab, bukan bahasa sendiri.[12]

EAplikasi Metode Qawaid Dan Tarjamah
Untuk dapat mengaplikasikan metode qawa’id dan tarjamah ini dalam pembelajaran bahasa asing, terutama Bahasa Arab, kita bisa mengacu pada konsep dasar metode ini sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya agar tidak keluar dari karakteristik metode qawa’id dan tarjamah. Berikut ini adalah contoh penerapan metode qawa’id dan tarjamah yang mungkin dapat diterapkan oleh pendidik Bahasa Arab:
Pendidik memulai proses pembelajaran dengan memperdengarkan sederetan kalimat panjang yang telah dibebankan kepada peserta didik untuk dihafalkan pada kesempatan sebelumnya dan juga telah dijelaskan tentang makna-makna dari kalimat tersebut.
  1. Pendidik memberikan mufradat baru dan kemudian menjelaskan maknanya kedalam bahasa penerima sebagai persiapan materi pengajaran.
  2. Selanjutnya pendidik meminta salah satu peserta didik untuk membaca buku bacaan dengan suara nyaring, teruatama bagian yang biasanya para peserta didik melakukan kesalahan atau mendapat kesulitan, dan tugas pendidik adalah membrikan koreksinya.
  3. Aktifitas membaca teks ini diteruskan sehingga seluruh peserta didik mendapatkan giliran.
  4. Setelah itu, peserta yang dianggap paling menguasai diminta untuk menterjemahkan, kemudian peserta didik diarahkan pada pemahaman struktur gramatika atau kaidah-kaidahnya.[13]

Kitab Kuning

 BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Metode qawa’id wa tarjamah ini merupakan gabungan dari 2 metode, yaitu metode gamatika dan metode terjemah. Metode ini lebih menekankan pada penguasaan qawaid ataupun kaidah-kaidah bahasa. Metode qawaid dan tarjamah sejak dulu digunakan bangsa Eropa untuk mempelajari serta mengajarkan bahasa asing.
Asumsi yang mendasari metode qawa’id wa tarjamah adalah logika semesta yang menyatakan bahwa pada dasarnya semua bahasa didunia ini adalah sama, dan tata bahasa merupakan cabang dari logika. Untuk dapat melihat titik persamaan tersebut, harus dilakukan kajian terhadap tata bahasa asing yang dipelajari agar dapat mengetahui pokok pikiran yang terkandung pada tulisan bahasa asing tersebut.
Metode qawaid dan tarjamah ini mempunyai beberapa kelemahan dan kelebihan. Kelemahannnya metode ini adalah hanya dapat membimbing peserta didik untuk berbahasa secara pasif, sehingga tidak semua kemampuan bahasa dapat dilatih. Sedangkan kelebihannya adalah meguatkan hafalan para peserta didik terutama dalam kaidah-kaidah bahasa dan lebih cepat menambah pembendaharaan kata serta meningkatkan kemampuan menerjemah.
Metode qawaid dan tarjamah juga dapat diaplikasikan diberbagai tingkatan kelas. Selain itu. metode ini juga dapat dilakukan di dalam kelas dengan jumlah peserta didik yang banyak ataupun sedikit.
B. Saran
Sebagaimana kita ketahui bahwa metode qawaid dan tarjamah ini mempunyai kelemahan, yaitu hanya membimbing pseserta didik untuk belajar bahasa secara pasif. Oleh sebab itu, agar proses belajar mengajar dapat memenuhi kebutuhan peserta didik dalam menguasai 4 kompetensi Bahasa Arab, metode ini perlu penggabungan dengan metode lain. Hal ini dikarenkana dalam pembelajaran bahasa Arab para pendidik tidak harus berpegang teguh pada satu metode pembelajaran saja, namun bisa juga memilih metode apapun yang relevan dan sesuai dengan materi yang diajarkan.

[1]. Ahmad Izzan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab (Bandung: Humaniora, 2004). hlm. 100
[2].Mochammad Solikin, Metode Kaidah (Online: http://solikin11.blogspot.com/2012/05/thariqatu- al-qawaid-wa-al-tarjamah.html)
[3]. Syaifudin Zuhri, Metode Qawaid Dan tarjamah (Online: http://syaifudinzuhry.blogspot.com/    2013/05/metode-qawaid-dan-tarjamah.html)
[4]. Landi Pratama, Metode Kaidah Dan Terjemah Dalam Pengajaran Bahasa Arab (Online:    http://elmynourity.blogspot.com/2013/04/metode-kaidah-dan-terjemah-dalam.html)
[5]. Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Bandung: Remaja Rosdakarya,
    2011). hlm. 170
[6]. Aziz Fachrurrazi dan Ertha Mahyudin, Pembelajaran Bahasa Asing Metode Tradisional Dan Kontemporer (Jakarta: Bania Publishing, 2010). hlm. 39
[7]Ibid, hlm. 170
[8]. Syaifudin Zuhri, op. cit.
[9]. Landi Pratama, op.cit.
[10]. Aziz Fachrurrazi dan Ertha Mahyudin, op. cit., hlm. 171
[11]Ibid, 15
[12]. Anisatul Mufarakah, Strategi Belajar Mengajar, teras, Yogyakarta, 2009, h. 16
[13]Ibid, hlm. 12
Terimakasih telah membaca Metode Qawaid dan Terjemah Dalam Pembelajaran Bahasa Arab

IRT Ini Menghasilkan 38,7jt/bln via Internet 

Dia melakukannya dirumah sambil masak dan momong anak. Simak kisah lengkapnya..

 

>>oke saya mau<<

Related Post "METODE QAWAID DAN TERJEMAH DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB"

BUMI TIDAK DATAR MENURUT SAINS & AL-QURAN
Ternyata bumi tidak datar menurut sains &
FOTO-FOTO MENAKJUBKAN INI BUKTI BETAPA KECILNYA KITA
Foto-Foto Menakjubkan Ini Bukti Betapa Kecilnya Kita
28 ISTILAH DI INTERNET INI HARUS DIWASPADAI ORANGTUA
28 Istilah Di Internet Ini Harus Diwaspadai
SEJARAH TERBENTUKNYA PULAU JAWA DARI GUNUNG PURBA
Sejarah Terbentuknya Pulau Jawa Dari Gunung Purba