KEAJAIBAN GUS DUR, KESAKSIAN ORANG TENTANG KHAWARIQ LIL ADAT GUS DUR (PART 20)


Kiai Said Yakin 100 persen Gus Dur Wali

Gus Dur memiliki pergaulan yang sangat luas, tetapi tak banyak yang turut menyaksikan karomah yang dimilikinya. Diantara sedikit orang itu adalah KH Said Aqil Siroj yang sekarang menjabat sebagai ketua umum PBNU.

Dengan melihat secara langsung karomah Gus Dur, tak heran Kiai Said yakin 100 persen Gus Dur merupakan seorang
wali atau kekasih Allah. Pengalaman spiritual Kang Said bersama Gus Dur ini akan dimuat secara bersambung di NU Online.

Kang Said yang mengambil disertasi soal tasawwuf ini menjelaskan, terdapat dua kategori wali, yaitu waliyullah dan wali hukukillah. Waliyullah merupakan wali yang pencapaian kewaliannya tidak malalui prosedur normatif, tetapi Allah langsung mengangkatnya menjadi seorang wali.

Beberapa wali yang masuk kategori ini diantaranya adalah Rabiah Adawiyah, dari seorang pernyanyi, kemudian taubat dan menjadi wali dengan tingkatan yang sangat tinggi. Kemudian Ibrahim bin Adham, seorang pangeran kerajaan, kemudian taubat dan pindah haluan dengan menekuni kehidupan keagamaan, terus diangkat menjadi wali.

Sementara itu, wali dalam arti normatif atau berproses melalui kehidupan sufi, ia harus melalui berbagai tahapan sebelum akhirnya menjadi wali, dari taubat, wara, menjadi lebih selektif, terus zuhud atau menganggap kecil dunia, sabar, tawakkal, ridho, syukur, tahalli, tajalli, sampai akhirnya mencapai makrifat.

“Gus Dur termasuk yang waliyullah, yang loncat. Terserah Allah, yang dia maui yang dijadikan,” terangnya.

Proses menuju kesufian juga bisa ditinjau dari aspek metafisik dan tasawwuf. Pendekatan tasawwuf menekankan latihan, sementara metafisik menekankan renungan. Wali yang memulai dari kajian filsafat diantaranya Ibnu Sina dan Ibnu Arobi, dari filsafat kemudian masuk ke dunia sufi dan melakukan riyadhoh dan mujahadah.

Para sufi yang melakukan keduanya, adalah Imam Ghozali dan Imam Junaidi al Bagdadi. “Imam Junaidi termasuk juga filosof, tetapi mungkin jarang orang membaca tulisan-tulisannya,” jelasnya.

Gus Dur menurutnya, memiliki banyak kelebihan, diantaranya, memiliki gen yang baik karena berlatar belakang keluarga ulama yang disegani masyarakat, kedua, otaknya cerdas dan ketiga setelah bosan dengan analisis rasional, Gus Dur berusaha mengembangkan instuisinya.

Kiai Said juga menegaskan, sufisme hanya hanya milik Islam, tetapi merupakan nilai universal yang ada pada setiap agama. Agama Nasrani, Hindu, Konghucu, Budha, bahkan para filosof Yunani kuno juga pengikut sufi seperti Pytagoras dan Platinus.

Dijelaskannya, agama yang paling sedikit dalam aspek kesufian adalah Yahudi, yang sangat menonjol aspek materialismenya. Yang menganut sufi adalah sekte Kabbala (kapalistik).

--------------------------
Gus Dur Sudah Ramal Kang Said Jadi Ketum PBNU

Salah satu tanda orang sholeh adalah ia memiliki pandangan batin yang sangat kuat sehingga mampu melintasi ruang dan waktu. Ia bisa mengetahui kejadian-kejadian di masa mendatang.

KH Said Aqil Siroj mengaku dirinya telah diramalkan menjadi ketua umum PBNU oleh Gus Dur setelah usianya mencapai 55 tahun.

Kiai Said menyatakan dirinya tidak meminta Gus Dur untuk melihat masa depannya, tetapi ramalan Gus Dur itu pun terucap begitu saja saat ia berkunjung ke rumahnya, yang masih satu kompleks di Ciganjur.

Cerita ini bermula ketika Gus Dur pagi-pagi berolah raga dengan diiringi para pengawal, saat itu posisinya sudah sebagai mantan presiden. Lalu ia mampir ke rumah Kang Said, yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari kediamannya.

Pada pagi yang cerah itu, Gus Dur minta disediakan air putih dan sarapan roti tawar, juga meminta Kang Said untuk membacakan kitab Ihya  Ulumuddin, bab sabar dan tawakkal. Baru membaca dua baris, Gus Dur ternyata sudah tertidur sehingga ia menghentikan sementara membaca kitab tasawwuf karangan Imam Ghozali ini.

Lima menit kemudian Gus Dur bangun dan langsung berujar “Sampean (kamu) jadi ketua umum PBNU sesudah umur 55 tahun”.

Ucapan Gus Dur itu terbukti benar, Kang Said terpilih menjadi ketua umum PBNU pada muktamar NU ke-32 yang berlangsung di Makassar Maret, 2010 lalu pada usia 56 tahun. Kiai Said dilahirkan di Cirebon, 03 Juli 1953.

Pada muktamar NU ke-30 di pesantren Lirboyo Kediri tahun 1999, Kang Said, saat itu usianya masih 46 tahun, juga pernah dicalonkan sebagai ketua umum PBNU berhadapan dengan KH Hasyim Muzadi. Saat itu ia sudah dikenal luas dan menjadi tokoh nasional, sementara Kiai Hasyim menjadi ketua PWNU Jatim, Kiai Hasyim yang terpilih. Tampaknya waktu belum berfihak kepadanya. 


Tulisan tentang Gus Dur ini terdiri dari 32 PART, untuk melihat PART lainnya silahkan lihat pada Related Post di bawah tulisan ini atau bisa di lihat dalam kategori TASHAWUF/TOKOH/KISAH. Semoga bermanfaat..
----------------------
Sumber: nu.or.id