RAHASIA AGAR DOA CEPAT DIKABULKAN


Agar Do'a terkabul dengan cepat. "Allah tidak mengabulkan doaku" Mungkin kalimat ini  adalah kata-kata yang pernah kita ucapkan sendiri. Kadang kita mengeluh, usaha udah maksimal, apapun telah dilakukan, berdo’a siang dan malam tanpa henti. Malam hari kita kurang tidur karena terus meminta lewat dzikir dan do’a, menangis dan memelas dihadapan Allah, siang harinya terus berpuasa, nazar telah diungkapkan pula. Tapi apa yang kita harapkan belum juga terwujud, apa yang kita pinta belum juga dikabul. Kadang ada yang mengeluh dan berkata “Allah tidak mengabulkan do’aku”.

Benarkah demikian ?? Ketahuilah saudaraku, Allah telah berjanji akan mengabulkan setiap do’a hamba-Nya. Dia sendiri yang mengungkapkannya dalam Al-Quran :
Lalu apa yang menjadi masalah dengan do’a dan permohonan kita. Coba simak beberapa peristiwa berikut ini agar kita lebih mengerti:

PERISTIWA 1
Anna dan Ricky sudah berpacaran selama 5 tahun lebih, seminggu lagi mereka berencana akan menikah. Undanganpun telah tersebar.

Anna sangat menyayangi Ricky sejak pertama kali melihatnya di hari pertama masuk sebuah SMP Negeri di kawasan Jakarta Utara, bertahun-tahun Anna memendam perasaannya sampai akhirnya dia bisa juga berkenalan dengan Ricky saat masuk SMA, kebetulan saat itu mereka 1 kelas, tidak seperti saat SMP dulu, dia hanya bisa melihat Ricky di gerbang sekolah saat pagi hari, pulang sekolah atau dikantin sekolah, karena mereka dulu tidak sekelas. Seiring berjalannya waktu akhirnya mereka ‘jadian’ dan menjadi sepasang kekasih. Anna mengenal Ricky sebagai pria yang baik, jujur, perhatian dan setia.

Seminggu lagi mereka akan melangsungkan pernikahannya, hari yang sangat Anna tunggu-tunggu  selama bertahun-tahun, dia akan bersatu dengan pujaan hatinya. Do’anya selama ini akan segera terkabul. Namun apa yang terjadi, 5 hari sebelum hari pernikahan Ricky tiba-tiba menghilang, rumahnya kosong, nomor teleponnya tidak aktif dan tak ada satupun tetangganya yang tahu kemana dia pergi. Semua orang yang yang kenal dengannya juga tak ada yang tahu kemana Ricky pergi.

Anna shock, ia hampir putus asa dan kehilangan kendali atas dirinya. Untungnya dia punya keluarga dan teman-teman yang selalu mengingatkan dan menasehatinya.

Dua tahun berlalu sejak kejadian itu, walaupun sulit unuk melupakan Ricky, tapi akhirnya Anna menikah dengan lelaki lain, diapun ikut dengan suaminya ke Palembang karena suaminya bertugas disana. Dia tinggal disebuah perumahan yang cukup elite.

Suatu malam, Anna mendengar suara orang yang bertengkar hebat di iringi suara benda-benda  yang pecah. Saking gaduhnya suasana malam itu, para tetangga yang lainpun banyak yang keluar. Diluar tampak seorang wanita yang sedang ditenangkan oleh tokoh setempat karena membawa sebilah pisau yang hendak dihujamkan pada wanita lain yang juga ada disana. Terlihat juga seorang laki-laki yang dipegangi sejumlah warga karena meronta-ronta dalam keadaan mabuk berat.

Menurut salah seorang tetangga kejadian ini sudah beberapa kali terjadi, katanya si lelaki yang mabuk berat tersebut sudah sering ketahuan selingkuh dan pulang di antar selingkuhannya dalam keadaan mabuk. Mungkin kali ini si istri berada dalam puncak kekesalannya.

Akhirnya para tokoh dapat menenangkan ketiga orang yang terlibat konflik tersebut dan membawanya ke pos satpam. Namun betapa kagetnya Anna saat orang-orang membawa mereka melintas di depannya. Ya, dia dapat mengenali lelaki yang sedang mabuk berat tersebut, dia adalah Ricky. Laki-laki yang meninggalkannya tanpa sebab dua tahun yang lalu. Anna kembali shock, namun kali ini penuh dengan kesadaran. Dia berkali–kali beristighfar sambil memasuki rumahnya. Dia menangis dan merenung memikirkan apa yang baru saja dilihatnya.

Dia akhirnya sadar betapa Allah sangat menyayanginya. Dia tidak bisa membayangkan seandainya dia yang menikah dengan Ricky, yang saat dulu dia kenal baik selama pacaran. Ternyata Ricky pintar menyembunyikan sifat aslinya. Di depan Anna ia seorang laki-laki yang jujur dan setia, cintanya sehidup semati. Bagaimana sakitnya sebagai istri ketika ia diselingkuhi, tentunya jauh lebih sakit daripada saat ia ditinggalkan 5 hari sebelum hari perikahannya.

Sekarang Anna bersyukur mempunyai suami yang baik dan shalih, imam yang baik bagi keluarganya. Dia faham bahwa Allah selalu menyayanginya, Allah telah memberinya pasangan hidup yang benar-benar jujur dan setia.

PERISTIWA 2
Roni Handoko adalah seorang pelajar yang cukup cerdas. Dengan kecerdasannya pulalah ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah ke salah satu perguruan tinggi favorit di Jakarta, setelah menyelesaikan S-1 ia pun mendapat beasiswa lagi ke luar negeri, tepatnya di negeri Kangguru sampai lulus S-2.

Setelah lulus, dia pulang kembali ke Indonesia. Kebetulan saat itu sedang ramai-ramainya seleksi CPNS secara serentak. Dia ikut melamar menjadi salah guru SMA di kotanya dan tentu saja bermodalkan ijazah S-2 dari Australia membuatnya merasa percaya diri untuk lolos seleksi dan test.

Ujian CPNS pun telah selesai dilakukan, sebulan lamanya menunggu, akhirnya  hasil test  di umumkan. Namun ternyata tak ada nama Roni Handoko disana. Ya, dia tidak lulus seleksi CPNS untuk menjadi salah satu guru SMA Negeri dikotanya.

Roni merasa sedih juga merasa malu, banyak teman dan kerabatnya yang mempertanyakan kenapa ia tidak lulus. Karena merasa terpukul dia jadi jarang keluar rumah, dia lebih sering mengurung diri. Paling mencari pekerjaan lewat internet.

Setahun telah berlalu, namun Roni belum juga dapat pekerjaan. Memang cukup banyak lowongan untuknya, namun  karena dia sangat ingin menjadi seorang guru, dia tidak mau bekerja di sektor lain.

Suatu hari temannya waktu kuliah S-1 di Jakarta dulu meminta menemaninya untuk melegalisir ijazahnya, sekalian mengajak Roni  jalan-jalan ke kampusnya dulu, hitung-hitung menghiburnya agar tidak merasa penat dan jenuh karena di rumah terus, juga untuk mengenang masa kuliahnya tempo dulu.

Sampai di kampus, Roni bertemu dosennya waktu kuliah dulu dan masih mengenalnya. Setelah ngobrol kesana kemari, dosennya yang sekarang menjadi dekan fakultas menawari Roni untuk menjadi seorang Dosen disana, kebetulan disana sedang membutuhkan seorang dosen yang sesuai dengan bidang keahlian yang Roni dapatkan dari Australia.

Roni sangat bersyukur dengan adanya pekerjaan ini, dia tidak pernah menyangka bahwa kegagalannya dalam tes CPNS mengandung hikmah yang besar, dia bisa menjadi dosen di almamaternya. Padahal banyak sekali alumni kampus yang melanjutkan kuliah ke luar negeri seperti dirinya kemudian melamar untuk menjadi dosen dan tidak diterima.

PERISTIWA 3
Pak Harun El-Muniry  adalah seorang pria yang hidup sebatang kara, usianya sekitar 68 tahun. Istrinya sudah meninggal setahun yang lalu karena sakit keras, sedangkan ia tidak punya keturunan sama sekali. Pekerjaannya sehari-hari adalah menjadi OB di salah satu kantor pemasaran di Kota Mesir.

Suatu malam sekitar jam 8 dia baru pulang kerja, karena sangat lelah dan matanya agak ngantuk dia menyebrang jalan kurang hati-hati. Dia tidak melihat sebuah truk melaju sangat kencang dari arah sebelah kanan. Begitu menoleh, tiba-tiba kepala truk sudah ada di depannya, seketika semuanya menjadi gelap…

Saat membuka mata, dia berada di salah satu kamar rumah sakit, dia tidak mengenal tempat itu. Seorang perawat yang sedang mengganti infusnya berkata “Alhamdulillah… Bapak sudah sadar, Bapak tidak sadarkan diri selama satu minggu”.

Betapa kagetnya dia mendengar perkataan suster, namun yang lebih mengagetkannya lagi dia merasakan ngilu disekujur tubuhnya terutama tangan dan kakinya. Dia bertanya kembali pada suster apa yang terjadi?, Suster menjawab “Bapak yang sabar ya, semua pasti ada hikmahnya. Bapak jadi korban tabrak lari. Kedua kaki Bapak patah, karena khawatir infeksi dokter mengamputasi kedua kaki Bapak, sedangkan tangan kanan Bapak remuk dan di amputasi juga, dua jari ditangan kiri Bapak juga putus….. ”

Pak Harun merasa terpukul, bagaimana dia akan menjalani hidup  hanya dengan 3 jari kirinya. Sehari-hari sekarang dia hanya dapat makan dari pemberian belas kasih tetangga. Hatinya hancur, sudah hidup sebatang kara sekarang cacat pula. Setiap hari dia hanya menangis di rumahnya hingga dia punya tekad untuk bangkit, dia tidak ingin sisa hidupnya habis dengan sia-sia dan tidak bermanfaat. Akhirnya dia mulai menulis dengan jarinya yang masih tersisa dan mencoba mengirimkannya ke penerbit. Tak disangka bukunya jadi best seller, sejak saat itu dia banyak menulis buku dan jadi penulis yang terkenal..

KESIMPULAN
Dari ketiga kisah tersebut apakah kita sudah faham ?. Benar sekali, ternyata Allah selalu mengabulkan do’a kita, namun Dia lebih tahu mana yang pantas buat kita dan kapan waktu yang tepat buat kita.

Kadang kita selalu berdo’a meminta sesuatu, jika kita diberi itu artinya Allah sayang sama kita, jika tidak diberi, sebenarnya bukan tidak dikabulkan, tapi diganti dalam bentuk yang lain karena Allah tahu yang lebih cocok buat kita, seperti kisah pertama di atas. Atau mungkin Allah menundanya sementara waktu karena Dia juga lebih tahu mana waktu yang tepat buat kita.

Kita tidak usah ikut mengatur-atur Allah, bahkan kalau misalnya kita tidak berdo’a sekalipun Allah tetap lebih tau apa yang kita inginkan dan kita butuhkan. Namun kita mesti tetap berdo’a, karena Allah memerintahkan kita dalam Al-Quran untuk selalu berdo’a pada-Nya, selain sebagai salah satu bentuk ibadah yang berpahala, Allah juga merasa senang jika hamba-Nya berdo’a. Berdo’a juga sebagai sara untuk menampakkan bahwa kita sangat butuh dan bergantung pada Allah.

Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian.” (HR. Ahmad)

Seorang dokter memberi pasiennya obat yang pahit atau mengoprasinya, bukan berarti dia tidak sayang pasiennya, kalau si pasien mengikuti keinginannya sendiri dia tak akan sembuh, sama halnya dengan seorang ibu melarang anaknya banyak makan suatu makanan karena takut sakit. Syaikh Abu Hasan Asy-Syadzilli berkata “Ketahuilah, Allah swt tidak memberimu bukan karena Dia pelit, akan tetapi Dia tidak memberimu karena menyayangimu. Jadi penahan oleh Allah sejatinya merupakan pemberian. Namun hanya orang yang shiddiq (benar) yang mengetahuinya”

Berdo’alah tiada henti, namun dengan penuh kesadaran dalam lubuk hati kita “Ya Allah Hamba hanya memohon dan sungguh Engkau lebih tahu apa yang terbaik bagiku”. Selain berdo’a, kita juga mesti bekerja dan berusaha semampunya, tapi jangan sampai melalaikan kewajiban beribadah pada Allah, terutama shalat 5 waktu..

Biarlah Allah memilihkan semuanya buat kita, kadang sesuatu yang kita anggap jelek dimata Allah itu baik atau sebaliknya. Allah berfirman:
“Boleh jadi engkau tidak senang kepada sesuatu, padahal dia itu baik untuk kamu, dan boleh jadi juga engkau menyenangi sesuatu padahal itu buruk untuk kamu, Allah mengetahui yang kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah 2:155)

Saatnya kita sama-sama belajar berserah diri pada Allah dalam segala hal, ikhlash menjalani takdirnya. Rezeki, masa depan, kesulitan hidup dan lainnya, semua akan terasa mudah jika kita ikhlas menjalaninya. Memang tidak mudah, namun kita harus terus belajar, terus menambah ilmu, banyak berkumpul dengan orang-orang shalih, banyak beribadah, banyak berdzikir dan berusaha beramal baik.

Jika saat do’a sudah dipanjatkan, usaha sudah sempurna tapi kita belum juga diberi, kemudian kita berkata “Allah tidak mengabulkan do’aku”, berarti kita telah berprasangka buruk pada Allah, tentu do’a kita benar-benar tidak akan dikabulkan, tapi jika kita berprasangka baik, bahwa Allah lebih tahu yang terbaik buat kita. Allah pasti akan mengabulkannya sesuai bentuk dan waktu yang tepat.

Dalam hadits qudsi Allah berfirman: “Aku adalah sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku”

Finally, tulisan ini bukan untuk menasehati siapa-siapa, saya juga belum menjadi orang yang baik & shalih, masih banyak berbuat salah dan dosa. Tulisan ini untuk menasehati diri sendiri agar saya selalu ikhlas menjalani hidup dan tidak banyak mengeluh. Sungguh ada Yang Maha Mengatur kita yang tak pernah tidur dan lupa.
Ampuni hambamu ini ya Allah.... Astaghfirullah....

Agar doa cepat dikabulkan
----------------------------------------
chayo semangatttt…..friends, Trust in Allah ^_^