HUKUM SAAT PUASA: Mencicipi makanan, suntik & Infus


MENCICIPI HIDANGAN DI BULAN PUASA
Tanya :Bolehkah seorang wanita yang sedang berpuasa Ramadhan mencicipi hidangan tapi tidak sampai ditelan ?

Jawab :
Di bolehkan bagi wanita muslimah yang memasak dan mencicipi masakan di siang hari Ramadhan asalkan tidak sampai di telan.
----------------------------------------
SUNTIK DAN INFUS MEMBATALKAN PUASA?
Tanya  : Seseorang yang sakit kemudian disuntik, baik suntik pengobatan maupun suntik infus, apakah puasanya batal?

Jawab  : Suntik dengan jarum tidak membatalkan puasa. Namun, infus yang berarti mengisi zat makanan kedalam tubuh membatalkan puasa. Biasanya, orang yang diinfus adalah orang yang mengalami sakit cukup berat sehingga ia mendapatkan keringanan untuk berbuka.

-------------------------------------
PUASA BAGI MANULA
Tanya  : Seseorang yang sudah lanjut usia dan tidak lagi mampu berpuasa, apa yg harus dilakukan?

Jawab  : seseorang yang lanjut usia dan tidak lagi mampu berpuasa maka dia harus membayar fidyah, yaitu memberi makan pada fakir miskin sejumlah hari dimana ia tidak puasa. Adapun kadar makanan yg diberikan adalah setengah sha` atau dua mud, atau sekitar 1,1 kg beras. Dapat juga berupa makanan matang atau uang yang senilai harganya.
--------------------------
PUASA PEKERJA KERAS
Tanya  : Saya seorang petani yang bekerja keras di sawah. Bolehkah saya tidak berpuasa di bulan Ramadhan?

Jawab  : Puasa adalah rukun Islam yang harus dijaga oleh setiap muslim. Karenanya setiap muslim dan muslimah yang sudah baligh wajib berpuasa kecuali ada sebab syar`i yang membolehkannya tidak berpuasa. Para petani atau pekerja keras lainnya juga diwajibkan menghormati bulan Ramadhan dan harus berusaha untuk berpuasa. Sudah seharusnya mereka menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi di bulan puasa. Para pekerja diperbolehkan tidak berpuasa jika benar-benar tidak mampu, pada saat terlalu payah dan tidak kuat, diperbolehkan berbuka. Kondisinya dianalogikan seperti orang sakit yang boleh berbuka, kemudian harus menggantinya dihari lain.
----------------------------
KELUAR DARAH DARI HIDUNG ATAU GUSI DAN NENELAN AIR LIUR
Tanya : Seandainya pada saat saya puasa kemudian keluar darah dari hidung atau   
dari gusi, apakah puasa saya batal? Selain itu, pada saat air liur saya keluar, terutama pada saya sedang shalat, lalu saya menelan air liur tersebut. Apakah puasa saya batal?

Keluar darah dari hidung atau gusi tidak membatalkan puasa. Demikian juga hanya menelan air liur, walaupun banyak, tidak membatalkan puasa. Tapi jika berbentuk dahak , sebaiknya di buang. Wallahu a"lam

-----------------------------------------------------------------------------
Sumber: Tarhib dan Panduan Ramadhan, Dr. Salim Segaf al-Jufri