AJARAN WAHABY MENURUT ULAMA SUNNI

PARA ULAMA TOLAK WAHABY

PARA ULAMA TOLAK WAHABY
Al-Sayyid Ahmad ibn Zayni (d. 1304/1886)  Mufti Mekkah dan syaikhul Islam dan pemimpin agama tertinggi untuk daerah Hijaz  dalam kitabnya Fitnat al-Wahhabiyyah menulis  hadist2 Nabi SAW telah sangat2 jelas menerangkan :

Fitnah itu datangnya dari sini, fitnah itu datangnya dari arah sini, sambil memberikan ke arah timur (Najed, tempat lahirnya dajjal muhammad bin abdul wahab - pen )

Akan ada dalam ummatku perselisihan dan perpecahan kaum yang indah perkataannya namun jelek perbuatannya. Mereka membaca Al Qur'an, tetapi keimanan mereka tidak sampai mengobatinya, mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya, yang tidak akan kembali seperti tidak kembalinya anak panah ketempatnya. Mereka adalah sejelek-jelek makhluk, maka berbahagialah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka menyeruh kepada kitab Allah, tetapi sedikitpun ajaran Allah tidak terdapat pada diri mereka. Orang yang membunuh mereka adalah lebih utama menurut Allah. Tanda-tanda mereka adalah bercukur (Addarus Sunnia, pp/49)

Di Akhir zaman nanti akan keluar segolongan kaum yang pandai bicara tetapi bodoh tingkah lakunya, mereka berbicara dengan sabda Rasulullah dan membaca Al Qur'an namun tidak sampai pada kerongkongan mereka, meraka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, maka apabila kamu bertemu dengan mereka bunuhlah, karena membunuh mereka adalah mendapat pahala disisi Allah pada hari kiamat  (ada satu lagi yg panjang riwayat Ibnu Abbas dalam Shahih Bukhari yg menyebut Kaum ini sebagai dari Najed iaitu dalam Vol 4 Bk 55 No 558).

Kepala kafir itu seperti (orang yang datang dari) arah timur (najed), sedang kemegahan dan kesombongan (nya) adalah (seperti kemegahan dan kesombongan orang-orang yang) ahli dalam (menunggang) kuda dan onta.

Hati menjadi kasar, air bah akan muncul disebelah timur dan keimanan di lingkungan penduduk Hijaz (pada saat itu penduduk Hijaz terutama kaum muslimin Makkah dan Madinah adalah orang-orang yang paling gigih melawan profokator Wahabi dari sebelah timur / Najed - pen).

(Nabi s a w berdo'a) Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman, para sahabat berkata : Dan dari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdo'a: Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau s a w bersabda : Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta disana pula akan muncul tanduk syaitan (muhammad bin abdul wahab - pen). (Shahih Bukhari Vol 2 Bk 17 No 147 dan juga  Vol 9 Bk 88 No 214)

Akan keluar dari arah timur (najed-pen) segolongan manusia yang membaca Al Qur'an namun tidak sampai membersihkan meraka. Ketika putus dalam satu kurun, maka muncul lagi dalam kurun yang lain, hingga adalah mereka yang terakhir bersama-sama dengan dajjal.

Mengenai sabda Nabi s a w yang mengisyaratkan bahwa akan ada dari arah timur (Najed - pen) keguncangan dan dua tanduk syaithon (Sahih al-Bukhari), maka sebagian besar ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua tanduk syaithon itu tiada lain adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad bin abdul wahab.

Sebagian ahli sejarah menyebutkan peperangan BANY HANIFAH, mengatakan : Di akhir zaman nanti akan keluar di negeri Musailamah seorang lelaki yang menyerukan agama selain agama Islam. Ada beberapa hadits yang didalamnya menyebutkan akan timbulnya fitnah, diantaranya adalah :

Darinya (negeri Musailamah dan Muhammad bin Abdul Wahab) fitnah yang besar yang ada dalam ummatku, tidak satupun dari rumah orang Arab yang tertinggal kecuali dimasukinya, peperangan bagaikan dalam api hingga sampai keseluruh Arab, sedang memeranginya dengan lisan adalah lebih sangat (bermanfaat - pen) daripada menjatuhkan pedang.

Akan ada fitnah yang menulikan, membisukan dan membutakan, yakni membutakan penglihatan manusia didalamnya sehingga mereka tidak melihat jalan keluar, dan menulikan dari pendengaran perkara hak, barang siapa meminta dimuliakan kepadanya maka akan dimuliakan.

Akan lahir tanduk syaithon dari Najed, Jazirah Arab akan goncang lantaran fitnahnya (shahih Muslim volume 4 no’s 6938+, hadist dengan pengertian yang sama juga ditemukan di Shahih Muslim volume 1 no’s 83, juga Imam Nawawi dalam Sharh Shahih Muslim 2/29)

Al-Allamah Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub As-Sayyid Abdullah Al-Haddad Ba'Alawi didalam kitabnya :"Jalaa'uzh zhalaam fir rarrdil Ladzii adhallal 'awaam" sebuah kitab yang agung didalam menolak faham wahabi, beliau r a menyebutkan didalam kitabnya sejumlah hadits, diantaranya ialah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin abdul Muthalib r a sbb :

"Akan keluar di abad ke-12H nanti (muhammad bin abdul wahab lahir 1115 –H / tepat abad 12H) dilembah BANY HANIFAH seorang lelaki, tingkahnya seperti pemberontak, senantiasa menjilat (kepada penguasa Sa'ud - pen) dan menjatuhkan dalam kesusahan, pada zaman dia hidup banyak kacau balau, menghalalkan harta manusia, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah manusia, dibunuhnya manusia untuk kesombongan, dan ini adalah fitnah, didalamnya orang-orang yang hina dan rendah menjadi mulia (yaitu para petualang & penyamun digurun pasir - pen), hawa nafsu mereka saling berlomba tak ubahnya seperti berlombanya anjing dengan pemiliknya".

Kemudian didalam kitab tersebut Sayyid Alwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahhab dari Tamim. Oleh sebab itu hadits tersebut mengandung suatu pengertian bahwa Ibnu Abdul Wahhab adalah orang yang datang dari ujung Tamim, dialah yang diterangkan hadits Nabi s a w yang diriwayatkan oleh Al-Buhari dari Abu Sa'id Al-Khudri r a bahwa Nabi s a w bersabda : "Sesungguhnya diujung negeri ini ada kelompok kaum yang membaca Al Qur'an, namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka membunuh pemeluk Islam dan mengundang berhala-berhala (Amerika, Inggeris dan kaum Zionis baik untuk penggalian minyak ,militer , atau yang lain- pen), seandainya aku menjumpai mereka tentulah aku akan membunuh mereka seperti dibunuhnya kaum 'Ad.

Ada hadits yang diriwayatkan oleh Abubakar R.A didalamnya disebutkan BANY HANIFAH, kaum Musailamah Al-Kadzdzab, Beliau s a w berkata : "Sesungguhnya lembah pegunungan mereka senantiasa menjadi lembah fitnah hingga akhir masa dan senantiasa terdapat fitnah dari para pembohong mereka sampai hari kiamat".

Dalam riwayat lain disebutkan :
"Celaka-lah Yamamah, celaka karena tidak ada pemisah baginya" Di dalam kitab Misykatul Mashabih terdapat suatu hadits berbunyi sbb : "Di akhir zaman nanti akan ada suatu kaum yang akan membicarakan kamu tentang apa-apa yang belum pernah kamu mendengarnya, begitu juga (belum pernah) bapak-bapakmu (mendengarnya), maka berhati-hatilah jangan sampai menyesatkan dan memfitnahmu".

Allah SWT telah menurunkan ayat Al Qur'an berkaitan dengan BANY TAMIM (Muhammad bin `Abdul Wahab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Barid bin Muhammad bin al-Masyarif at-Tamimi) sbb : "Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar (mu) kebanyakan mereka tidak mengerti". (QS. 49 Al-Hujurat : 4). (Imam Muhammad ibn Ahmad ibn Juzayy, al-Tashil [Beirut, 1403], p.702. See also the other tafsir works; also Ibn Hazm, Jamharat ansab al-‘Arab [Cairo, 1382], 208, in the chapter on Tamim).

Juga Allah SWT menurunkan ayat yang khitabnya ditujukan kepada mereka sbb : "Jangan kamu semua mengangkat suaramu diatas suara Nabi". (QS. 49 Al-Hujurat 2)

Sayyid Alwi Al-Haddad mengatakan : "Sebenarnya ayat yang diturunkan dala kasus BANY HANIFAH dan mencela BANY TAMIM dan WA"IL itu banyak sekali, akan tetapi cukuplah sebagai bukti buat anda bahwa kebanyakan orang-orang Khawarij itu dari mereka, demikian pula Muhammad bin Abdul Wahhab dan tokoh pemecah belah ummat, Abdul Aziz bin Muhammad bin Su'ud adalah dari mereka".

Al-Allamah Syeikh Thahir Asy-Syafi'i, telah menulis kitab menolak faham wahabi ini dengan judul : "AL-INTISHARU LIL AULIYA'IL ABRAR". Dia berkata : "Mudah-mudahan lantaran kitab ini Allah memberi mafa'at terhadap orang-orang yang hatinya belum kemasukan bid'ah yang datang dari Najed (faham Wahabi / salafi), adapun orang yang hatinya sudah kemasukan maka tak dapat diharap lagi kebahagiannnya, karena ada sebuah hadits riwayat Buhari : 'Mereka keluar dari agama dan tak akan kembali'. Sedang yang dinukil sebagian kecil ulama yang isinya mengatakan bahwa dia (Muhammad bin Abdul Wahhab) adalah semata-mata meluruskan perbuatan orang-orang Najed, berupa anjuran terhadap orang-orang Badui untuk menunaikan sholat jama'ah, meninggalkan perkara-perkara keji dan merampok ditengah jalan, serta menyeru kemurnian tauhid, itu semua adalah tidak benar.

Diantara kekejaman dan kejahilan kaum Wahabi /salafi  adalah meruntuhkan kubah-kubah diatas makam sahabat-sahabat Nabi s a w yang berada di Mu'ala (Makkah), di Baqi' & Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan tanah dengan mengunakan dinamit penghancur. Demikian juga kubah diatas tanah dimana Nabi s aw dilahirkan, yaitu di Suq al Leil di ratakan dengan tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta, saat ini karena gencarnya desakan kaum muslimin international maka kabarnya dibangun perpustakaan. Benar-benar kaum Wahabi itu golongan paling jahil diatas muka bumi ini. Tidak pernah menghargai peninggalan sejarah dan menghormati nilai-nilai luhur Islam .

Semula Alkubbatul Khadra atau kubah hijau dimana Nabi Muhammad s a w dimakamkan juga akan didinamit dan diratakan dengan tanah tapi karena ancaman international maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan mengurungkan niatnya. Semula seluruh yang menjadi manasik haji itu akan dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapi karena banyak yang menentang termasuk Sayyid Almutawalli Syakrawi dari Mesir maka diurungkanya.

Kesukaan mereka menuduh golongan Islam yang tak sejalan dengan mereka dengan tuduhan kafir, syirik dan ahlil bid'ah, itulah ucapan yang didengung-dengungkan disetiap mimbar dan setiap kesempatan, mereka tak pernah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali kelompok mereka sendiri. Di negeri kita mereka menaruh dendam dan kebincian mendalam kepada para Wali Songo , para habaib (keturunan arab dari anak cucu Nabi saw) , dan para kyai yang menyebarkan dan meng Islam kan penduduk  indonesia.

Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih kecampuran kemusyrikan Hindu dan Budha, padahal para Wali itu jasanya telah meng Islam kan 85 % penduduk negeri ini. Mampukah wahabi-wahabi itu meng Islam kan yang 15 % sisanya ? Mempertahankan yang 85 % dari terkapan orang kafir saja tak bakal mampu, apalagi mau menambah 15 % sisanya. Jika bukan karena Rahmat dan Karunia Allah SWT yang mentakdirkan para Wali Songo untuk berdakwa ke negeri kita tentu orang-orang yang asal bunyi dan menjadi corong/sumbang bicara kaum wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme, penyembah berhala atau masih kafir lainnya (Naudzu Billah min Dzalik).

Claim Wahabi bahwa mereka penganut As-Salaf, As-Salafushsholeh dan Ahlussunnah wal Jama'ah serta sangat setia pada keteladanan sahabat dan tabi'in adalah omong kosong dan suatu bentuk penyerobotan HAK PATEN SUATU MAZHAB.

Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-ngaku sebagai faham yang hanya berpegang pada Al Qur'an adan As-Sunnah serta keteladanan Salafushsholeh apalagi mengaku sebagai GOLONGAN YANG SELAMAT DSB, itu semua omong kosong dan kedok untuk menjual barang dagangan berupa akidah palsu yang disembunyikan. Sejarah hitam mereka dengan membantai ribuan orang di Makkah dan Madinah, Iraq,  serta daerah lain di wilayah Hijaz (yang sekarang di namakan Saudi, suatu nama bid'ah karena nama negeri Rasulullah s a w diganti dengan nama satu keluarga kerajaan yaitu As-Sa'ud). Yang terbantai itu terdiri dari para ulama-ulama yang sholeh dan alim, anak-anak yang masih balita bahkan dibantai dihadapan ibunya.

Memang ada orang2 yang dibayar untuk mempublikasikan / mempropagandakan “kebaikan” madzhab dajjal wahabi / salafi ini , mereka itulah PARA PENDUSTA AGAMA yang telah menjual akhirat untuk dunia.

Tapi ulama2 ahlusunnah wal jamaah tidak tinggal diam. Mereka telah bersatu memberantas aliran sesat ini …

Berikut ini daftar nama2 Ulama2 ahlusunnah beserta kitab2nya yang menolak faham wahabi  / salafi, dan memperingatkan ummat akan bahaya faham tersebut :
  1. Al-Ahsa'i Al-Misri, Ahmad (1753-1826): beliau menulis kitab (tidak diterbitkan) khusus untuk menolak faham wahabi (salafi) . Putra beliau Shaykh Muhammad ibn Ahmad ibn `Abd al-Latif al-Ahsa'i juga menulis kitab dengan tujuan yang sama.
  2. Al-Ahsa'i, Al-Sayyid `Abd al-Rahman : menulis 60 bait puisi, dimulai dengan bait : Badat fitnatun kal layli qad ghattatil aafaaqa,   wa sha``at fa kadat tublighul gharba wash sharaqa  (Fitnah telah datang seperti senja kala menutupi langit , dan menyebar luas mencapai timur dan barat).
  3. Al-`Amrawi, `Abd al-Hayy, and `Abd al-Hakim Murad (Qarawiyyin University, Morocco): Al-tahdhir min al-ightirar bi ma ja'a fi kitab al-hiwar ("Warning Against Being Fooled By the Contents of the Book” - peringatan melawan pembodohan oleh kandungan kitab) oleh Ibn Mani`( sebuah debat dengan al maliki) an attack on Ibn `Alawi al-Maliki by a Wahhabi writer - sebuah serangan kepada Ibn `Alawi al-Maliki oleh penulis wahabi.
  4. `Ata' Allah al-Makki: al-sarim al-hindi fil `unuq al-najdi ["The Indian Scimitar on the Najdi's Neck"].
  5. Al-Azhari, `Abd Rabbih ibn Sulayman al-Shafi`i .Penulis Sharh Jami' al-Usul li ahadith al-Rasul, kitab dasar Usul al-Fiqh: Fayd al-Wahhab fi Bayan Ahl al-Haqq wa man dalla `an al-sawab, vol 4 - The author of Sharh Jami' al-Usul li ahadith al-Rasul, a basic book of Usul al-Fiqh: Fayd al-Wahhab fi Bayan Ahl al-Haqq wa man dalla `an al-sawab, 4 vols. ["Allah's Outpouring in Differentiating the True Muslims From Those Who Deviated From the Truth"].
  6. Al-`Azzami, `Allama al-shaykh Salama (d. 1379H): Al-Barahin al-sati`at ["bukti2 yang bersinar..."- "The Radiant Proofs..."].
  7. Al-Barakat al-Shafi`i al-Ahmadi al-Makki, `Abd al-Wahhab ibn Ahmad: kitabnya menolak faham wahabi / salafi tidak dipublikasikan - unpublished manuscript of a refutation of the Wahhabi sect.
  8. Al-Bulaqi, Mustafa al-Masri : telah menulis 126 bait pusi menentang wahabi berjudul: Samnudi's "Sa`adat al-Darayn" - wrote a refutation to San`a'i's poem in which the latter had praised Ibn `Abd al-Wahhab. It is in Samnudi's "Sa`adat al-Darayn" and consists in 126 verses
  9. Al-Buti, Dr. Muhammad Sa`id Ramadan (University of Damascus): Al-salafiyyatu marhalatun zamaniyyatun mubarakatun la madhhabun islami (salafiyyah adalah sebuah masa sejarah yang penuh berkah, bukan sebuah madzhab dalam Islam - "The Salafiyya is a blessed historical period not an Islamic school of law, Damascus: Dar al-fikr, 1988). Al-lamadhhabiyya akhtaru bid`atin tuhaddidu al-shari`a al-islamiyya - ["Non-madhhabism is the most dangerous innovation presently menacing Islamic law"] (Damascus: Maktabat al-Farabi, n.d)
  10. Al-Dahesh ibn `Abd Allah, Dr. (Arab University of Morocco), ed. Munazara `ilmiyya bayna `Ali ibn Muhammad al-Sharif wa al-Imam Ahmad ibn Idris fi al-radd `ala Wahhabiyyat Najd, Tihama, wa `Asir - ["Scholarly Debate Between the Sharif and Ahmad ibn Idris Against the Wahhabis of Najd, Tihama, and `Asir"].
  11. Dahlan, al-Sayyid Ahmad ibn Zayni (d. 1304/1886). Mufti Mekkah dan syaikhul Islam dan pemimpin agama tertinggi untuk daerah Hijaz (highest religious authority in the Ottoman jurisdiction). Kitab beliau : al-Durar al-saniyyah fi al-radd ala al-Wahhabiyyah (mutiara2 murni menjawab wahabi - "The Pure Pearls in Answering the Wahhabis"). Dan  :Fitnat al-Wahhabiyyah ( fitnah wahabi - "The Wahhabi Fitna"); Khulasat al-Kalam fi bayan Umara' al-Balad al-Haram ["The Summation Concerning the Leaders of the Sacrosanct Country"], a history of the Wahhabi fitna in Najd and the Hijaz.
  12. Al-Dajwi, Hamd Allah: al-Basa'ir li Munkiri al-tawassul ka amthal Muhd. Ibn `Abdul Wahhab  ["The Evident Proofs Against Those Who Deny the Seeking of Intercession Like Muhammad Ibn `Abdul Wahhab"].
  13. Shaykh al-Islam Dawud ibn Sulayman al-Baghdadi al-Hanafi (1815-1881 CE): al-Minha al-Wahbiyya fi radd al-Wahhabiyya ["The Divine Dispensation Concerning the Wahhabi Deviation"]; Ashadd al-Jihad fi Ibtal Da`wa al-Ijtihad ["The Most Violent Jihad in Proving False Those Who Falsely Claim Ijtihad"].
  14. Al-Falani al-Maghribi, al-Muhaddith Salih: menulis buku besar jawaban2 ulama-ulama 4 madzhab dalam menangkal faham Wahabi/salafi. authored a large volume collating the answers of scholars of the Four Schools to Muhammad ibn `Abd al-Wahhab.
  15. Al-Habibi, Muhammad `Ashiq al-Rahman: `Adhab Allah al-Mujdi li Junun al-Munkir al-Najdi (siksa Allah yang pedih kepada pembangkang gila dari najed - "Allah's Terrible Punishment for the Mad Rejector From Najd").
  16. Al-Haddad, al-Sayyid al-`Alawi ibn Ahmad ibn Hasan ibn al-Qutb Sayyidi `Abd Allah ibn `Alawi al-Haddad al-Shafi`i: al-Sayf al-batir li `unq al-munkir `ala al-akabir (pedang yang tajam untuk leher pembangkang imam2 besar - "The Sharp Sword for the Neck of the Assailant of Great Scholars"].. Juga kitab setebal 100 halaman yang tidak dipublikasikan berjudul: Misbah al-anam wa jala' al-zalam fi radd shubah al-bid`i al-najdi al-lati adalla biha al-`awamm ( lampu ummat manusia dan cahaya penerang pada kegelapan berkenaan dengan sanggahan pada kerusakan dan bid’ah dari najed yang mana dia telah menyesatkan orang2 awam - "The Lamp of Mankind and the Illumination of Darkness Concerning the Refutation of the Errors of the Innovator From Najd by Which He Had Misled the Common People"].
  17. Al-Hamami al-Misri, Shaykh Mustafa: Ghawth al-`ibad bi bayan al-rashad - ["The Helper of Allah's Servants According to the Affirmation of Guidance"].
  18. Al-Hilmi al-Qadiri al-Iskandari, Shaykh Ibrahim: Jalal al-haqq fi kashf ahwal ashrar al-khalq ["The Splendor of Truth in Exposing the Worst of People] (pub. 1355H).
  19. Al-Husayni, `Amili, Muhsin (1865-1952). Kashf al-irtiyab fi atba` Muhammad ibn `Abd al-Wahhab ["The Dispelling of Doubt Concerning the Followers of Muhammad ibn `Abd al-Wahhab"]. [Yemen?]: Maktabat al-Yaman al-Kubra, 198?.
  20. Ibn `Abd al-Latif al-Shafi`i, `Abd Allah: Tajrid sayf al-jihad `ala mudda`i al-ijtihad ["The drawing of the sword of jihad against the false claimants to ijtihad"]. The family of Ibn `Abd al-Razzaq al-Hanbali in Zubara and Bahrayn possess both manuscript and printed refutations by scholars of the Four Schools from Mecca, Madina, al-Ahsa', al-Basra, Baghdad, Aleppo, Yemen and other Islamic regions.
  21. Ibn `Abd al-Wahhab al-Najdi, `Allama al-Shaykh Sulayman (elder brother of Muhammad ibn `Abd al-Wahhab - kakak kandung dajjal muhammad ibn wahhab) ; al-Sawa'iq al-Ilahiyya fi al-radd 'ala al-Wahhabiyya ( halilintar yang hebat dalam menjawab wahabi). ["Divine Lightnings in Answering the Wahhabis"]. Ed. Ibrahim Muhammad al-Batawi. Cairo: Dar al-insan, 1987. Offset reprint by Waqf Ikhlas, Istanbul: Hakikat Kitabevi, 1994. Prefaces by Shaykh Muhammad ibn Sulayman al-Kurdi al-Shafi`i and Shaykh Muhammad Hayyan al-Sindi (Muhammad Ibn `Abd al-Wahhab's shaykh) to the effect that Ibn `Abd al-Wahhab is "dall mudill" ("misguided and misguiding").
  22. Ibn `Abidin al-Hanafi, al-Sayyid Muhammad Amin: Radd al-muhtar `ala al-durr al-mukhtar, Vol. 3, Kitab al-Iman, Bab al-bughat. ["Answer to the Perplexed: A Commentary on "The Chosen Pearl,"" Book of Belief, Chapter on Rebels]. Cairo: Dar al-Tiba`a al-Misriyya, 1272 H.
  23. Ibn `Afaliq al-Hanbali, Muhammad Ibn `Abdul Rahman: Tahakkum al-muqallidin bi man idda`a tajdid al-din (sindiran tajam para muqallid kepada mereka yang menuntut pembaharuan agama).Sebuah kitab yang meliputi banyak hal yang mana membuktikan kesesatan wahabi/ salafi dan tidak bisa dijawab oleh dajjal muhammad ibn wahab dan pengikutnya. [Sarcasm of the muqallids against the false claimants to the Renewal of Religion]. A very comprehensive book refuting the Wahhabi heresy and posting questions which Ibn `Abdul Wahhab and his followers were unable to answer for the most part.


 naqshbandiyun.blogspot.com