HUKUM IJTIHAD

SYARAT SYARAT  MUJTAHID


Jadi mujtahid itu tidak sekedar membuka-buka kitab tafsir atau hadis lalu dengan mudah menarik sebuah kesimpulan hukum ! seorang mujtahid harus memiliki dua syarat, pertama,  dia harus menguasai sumber-sumber syariat (kitab, sunnah, ijma' danaqal). Kedua, dia harus seorang yang adil dan menghindari bermaksiat (bukan orang fasiq) yang menggugurkan keadilan. Syarat kedua ini adalah syarat diterimanya fatwa si mujtahid, bukan syarat menjadi seorang mujtahid. Untuk lebih detailnya syarat-syarat ijtihad adalah sebagai berikut:

1 .Menguasai bahasa Arab dengan bagian-bagiannya, seperti tata bahasa Arab (nahwu, shorf, dan i.lal), balaghah (ma.ani, bayan, dan badi.), serta tradisi dan  percakapan orang-orang  Arab.  Syarat  ini diperlukan karena Quran dan hadis diucapkan dan ditulis dengan bahasa Arab yang sangat  tinggi dan indah. Saya merasa  tidak  perlu menjelaskan bagaimana para ahli bahasa Arab muslim maupun  non  muslim mengagumi  keindahan  bahasa al-Quran sejak diturunkan sampai sekarang. Menggunakan  kitab terjemahan al-Quran dan kitab terjemahan hadis tidak cukup menjadikan seseorang memahami al-Quran dengan baik, karena  masih mengandalkan terjemahan orang lain  !!!.  

2. Mengetahui asbabun nuzul ayat-ayat Quran. !!

3. Mengetahui ilmu manthiq (logika) sesuai yang dibutuhkan untuk memahami al-Quran dan sunah.

4. Mengetahui ilmu ushul fiqh (dasar-dasar hukum syariat). Ilmu ini membahas tentang apa  saja  yang  harus diketahui atau dikuasai seorang mujtahid sebelum mengambil hukum dari al-Quran dan sunah. Ilmu ini mencakupi masalah-masalah seperti, umum, khusus,  nasikh,  mansukh,  mutlaq, muqqayad. Dan juga bagaimana menangkap perintah  Allah,  apakah  perintah itu mengandung arti wajib atau tidak? Dan apakah larangannya mengandung arti haram atau tidak?  Walhasil,  ilmu  ushul  fiqh mengandung ruang lingkup pembahasan yang sangat luas  karena  apapun  yang diperlukan  seorang  mujtahid  untuk mengambil hukum syariat termasuk bagian dari ushul fiqh !!

5. Mengetahui ilmu rijal. Ilmu yang membahas tentang biografi para perawi hadis. Yang menjadi  fokus ilmu ini adalah mencari tahu tentang kejujuran dan ketakwaan para perawi  hadis,  karena  hal ini berkaitan erat dengan kedudukan sebuah hadis, apakah shahih, muwatstsaq, hasan, atau dhaif !!

6. Menguasai ulum al- hadits atau mushthalahul hadits. Ucapan, perbuatan, dan persetujuan  (sunah)  Nabi saww telah dicatat dalam beberapa kitab hadis dan jumlahnya mencapai ribuan. Dalam ilmu ini dibahas tentang macam-macam  hadis dan  juga  ada  hadis-hadis  yang  sifatnya umum, khusus, mutlaq, muqayyad, dan lain sebagainya.

7. Menguasai tafsir dan maksud-maksud al-Quran !! Syarat  ini  juga  dikemukakan ulama kontemporer kenamaan, Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya, Al-ijtihad  fi  al-Syari.at al-Islamiyah.
Penguasaan  prinsip-prinsip di atas  mutlak  sifatnya. Itu berarti, tanpa penguasaan terhadapnya tidak mungkin seseorang dapat mengambil hukum langsung  dari  al-Quran dan sunah. Para ulama dengan penuh dedikasi dan intensitas tinggi mengembangkan ilmu ushul fiqh sedemikian rupa. Mereka telah menulis berjilid-jilid kitab!!! untuk menjadi mujtahid,  seseorang diharuskan  belajar  malalui tahapan-tahapan tertentu dan pada setiap tahapan harus mempelajari  beberapa  kitab ushul fiqh dengan baik, dari yang sederhana sampai yang paling pelik. Tahapan-tahapan itu dilalui antara 15 sampai 20 tahun. Itupun  harus  diikuti  secara  intensif  sepanjang tahun!!

www.ikmalonline.com